25 C
Jakarta
Selasa, 26 Oktober, 2021
ads
Beranda Housing Realisasi penyaluran dana FLPP per April 2021 capai Rp3,41 triliun untuk 3.361...

Realisasi penyaluran dana FLPP per April 2021 capai Rp3,41 triliun untuk 3.361 rumah

HINGGA 9 April 2021, realisasi penyaluran FLPP tahun 2021 telah mencapai Rp3,41 triliun untuk 3.361 unit rumah. Realisasi ini sebesar 19,91% dari target penyaluran dana FLPP sebanyak 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun tahun ini. Pemerintah meminta bank pelaksana penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mempercepat penyaluran dalam program tersebut.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin mengatakan bila ternyata calon debitur tidak memenuhi kriteria bank tertentu, bank tersebut diminta segera dilepas, agar mereka dapat mencari bank lain yang bersedia menyetujui permohonan kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP-nya. “Kami mengharapkan semua target penyaluran dana FLPP tercapai 100% pada Oktober 2021,” katanya Senin (12/4).

Hingga per 9 April 2021, realisasi penyaluran FLPP tahun 2021 telah mencapai Rp3,41 triliun untuk 3.361 unit rumah. Realisasi ini sebesar 19,91 persen dari target penyaluran dana FLPP sebanyak 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun tahun ini. Adapun total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga per 9 April 2021 mencapai Rp59 triliun untuk 796.216 unit rumah.

Dalam penyaluran dana FLPP ini, Arief mengingatkan agar bank pelaksana melakukan follow up terhadap calon debitur yang sudah terdaftar di Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKasep) pada 2020.

“Poin ini mencapai 10 persen, jadi cukup tinggi, semakin cepat bank merespons, nilainya semakin baik. Kalau ternyata MBR [masyarakat berpenghasilan rendah] tersebut tidak sesuai dengan bank tertentu, segera dilepas, agar calon debitur tersebut bisa mencari bank lain,” katanya.

Adapun parameter yang digunakan PPDPP antara lain seberapa cepat bank pelaksana merespon antrean Sistem Informasi KPR Bersubsidi (SiKasep), kepatuhan penyampaian berkas asli untuk realisasi FLPP, sosialisasi dan edukasi, ketepatan penyaluran dana FLPP, dan tindak lanjut surat peringatan.

Parameter berikutnya adalah penyiapan stiker/plat KPR Sejahtera sesuai dengan format yang ada, perubahan data debitur, penyediaan seluruh data penyaluran dana FLPP, penyampaian data debitur aktif, penyampaian rekoning koran tepat waktu dan rekonsiliasi dan jadwal angsuran, serta pelunasan dipercepat sesuai form perjanjian kerja sama (PKS).

Dia menilai perlu dilakukan terobosan untuk sosialisasi dan edukasi FLPP oleh bank pelaksana agar lebih efektif. Menurutnya, masyarakat harus tahu nilai tambah yang mereka peroleh dengan mendapatkan bantuan pembiayaan perumahan.  “Kepedulian masyarakat harus lebih ditingkatkan untuk menghuni rumah dan mereka harus menyadari bahwa pemerintah hadir di sini,” kata Arief. (EKA)

Foto: Radar Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Cuma 2 jam, 26 ruko Scarlet Commercial Summarecon Bekasi ludes terjual

SUMMARECON BEKASI, perumahan mewah skala besar yang dibangun PT Summarecon Agung Tbk. di Bekasi Barat, tampaknya masih terus diminati konsumen, terutama investor di ritel....

Adhi Commuter kenalkan MTH 27 Office Suites berkonsep TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI memperkenalkan MTH 27 Office Suites, sebuah gedung perkantoran dan area ritel komersial yang berada di LRT City MTH, salah satu...

40 Tahun di bisnis properti, Grup Ciputra catatkan pencapaian luar biasa

GRUP CIPUTRA hari ini merayakan ulang tahunnya ke-40 dengan menggelar perayaan puncak Founders Day di Ciputra Artpreneur Jakarta. CEO Grup Ciputra sekaligus Direktur Utama...

Modernland bangun Jakarta Business District, pusat bisnis premium di Timur Jakarta

PT MODERNLAND REALTY TBK. meluncurkan kawasan pusat bisnis terbaru Jakarta Business District (JBD). Kawasan ini dibangun untuk mendukung pertumbuhan investasi serta merespon kebutuhan investor terhadap...