29.5 C
Jakarta
Rabu, 21 April, 2021
ads
Beranda Housing Realisasi baru 48%, Program Sejuta Rumah 2020 terancam tak mencapai target

Realisasi baru 48%, Program Sejuta Rumah 2020 terancam tak mencapai target

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan realisasi Program Sejuta Rumah hingga akhir Oktober 2020 lalu baru mencapai 601.637 unit atau 48% dari target 1,25 juta unit rumah selama tahun ini. Target program ini selama 2020 diprediksi tak akan tercapai akibat beberapa kendala, terutama pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan meskipun Indonesia dan dunia tengah menghadapi pandemi Covid 19, Program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni. “Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Dia mengatakan pemerintah berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni. Salah satunya melalui Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak 29 April 2015. “Tahun anggaran 2020 hingga 31 Oktober 2020 realisasi rumah yang diberi subsidi dalam Program Sejuta Rumah mencapai 601.637 unit,” kata Basuki.

Capaian Program Sejuta Rumah ini terdiri dari hasil pembangunan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 434.828 unit dan Non MBR sebanyak 166.809 unit. Pembangunan rumah MBR terdiri dari pembangunan rumah swadaya Kementerian PUPR sebanyak 77.812 unit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan sebanyak 393 unit.

Di samping itu, pembangunan rumah yang dilaksanakan Kementerian/ Lembaga lain sebanyak 50.836 unit, Pemerintah Daerah sebanyak 28.862 unit, pengembang perumahan sebanyak 273.724 unit, CSR perusahaan 3.134 unit dan sisanya dari masyarakat. Sementara pembangunan rumah non-MBR berasal dari pengembang rumah tapak sebanyak 85.764 unit, pengembang rumah susun 39.100 unit dan masyarakat sebanyak 41.945 unit.

Sementara itu Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan melalui Program Sejuta Rumah diharapkan perekonomian masyarakat dapat bergerak di tengah pandemi Covid 19. Selain menyerap tenaga kerja, melalui program ini setidaknya ada ratusan industri yang akan bergerak guna menyuplai kebutuhan proyek pembangunan rumah.

Sebelumnya dia juga mengungkapkan bahwa target realisasi Program Sejuta Rumah tahun ini akan terkoreksi menyusul pandemi Covid-19 di awal 2020. “Setiap tahun target realisasinya memang satu juta rumah, tahun ini malah 1,25 juta. Tapi karena pandemi, akan muncul kendala, tapi kami masih punya waktu untuk optimalkan target,” katanya.

Khalawi mengatakan pihaknya menemui kendala dalam pelaksanaan Program Sejuta Rumah lantaran adanya refocusing dan realokasi anggaran kementerian termasuk anggaran perumahan di Kementerian PUPR.

Selain itu, perlambatan pekerjaan pembangunan perumahan tidak bisa dihindari akibat kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB), pembatasan sosial (social distancing), dan bekerja dari rumah (work from home).

“Saat ini, bagi MBR [masyarakat berpenghasilan rendah] perumahan bukan sebagai prioritas utama dikarenakan berkurangnya penghasilan saat pandemi Covid-19. Terjadi kredit macet baik dari pihak pengembang maupun MBR, dan lain-lainnya. Ini kendala untuk merealisasikan target Program Sejuta Rumah tahun ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, kontraksi -3,10 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 juga ikut memengaruhi penurunan daya beli MBR dan kemampuan suplai rumah bagi masyarakat oleh para pemangku kepentingan perumahan.

Beberapa pengamat memprediksi realisasi Program Sejuta Rumah hingga akhir tahun ini diperkirakan hanya dapat mencapai kisaran 50%. Prediksi ini masuk akal mengingat sampai akhor Oktober realisasinya baru mencapai angka 600.000-an dan tahun ini hanya menyisakan November dan Desember. (pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Wuihhh…, Adhi Commuter akan sulap pool PPD jadi komplek hunian TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI--anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menggandeng Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengembangkan properti transit oriented development...

Dibanderol Rp5,5 miliar per unit, penjualan Saumata Suites di Alam Sutera moncer

PT SUTERA AGUNG PROPERTI mengungkapkan penjualan apartemen yang dibangunnya, Saumata Suites di Alam Sutera, Tangerang, cukup moncer. Sampai hari ini dari ratusan unit yang...

Summarecon Serpong tawarkan ruko Aristoteles mulai Rp3 miliar di Scientia Garden

DIBANDEROL mulai dari Rp3 miliaran, Summarecon Serpong, anak usaha PT Summarecon Agung Tbk., meluncurkan produk komersial Ruko Aristoteles di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Executive Director...

Panorama Properti tawarkan ‘Panorama Bamboo Village’ di Bogor Timur

PANORAMA PROPERTI meluncurkan Panorama Bamboo Village, vila bambu bergaya bali di wilayah Bogor Timur, Jawa Barat. Ini adalah sebuah konsep peristirahatan nyaman, Yang diatasnya...