26.7 C
Jakarta
Senin, 19 April, 2021
ads
Beranda Office Perusahaan startup dominasi pembelian perkantoran Ciputra International

Perusahaan startup dominasi pembelian perkantoran Ciputra International

MESKIPUN pasar perkantoran di Jakarta secara umum mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19 yang masih belum kunjung usai sampai hari ini, Ciputra Group mengklaim penjualan ruang perkantoran dan apartemen di Ciputra International selama 2020 tetap moncer. Untuk perkantoran, 50% pembelinya adalah perusahan startup.

General Manager Marketing Ciputra Group Andreas Raditya mengatakan bahwa sebelumnya konsep pemasaran daring (online) yang belum banyak dimaksimalkan saat ini jadi salah satu kunci penting dalam memasarkan unit apartemen dan perkantoran di Ciputra International.

“Salah satu keunggulan dari proyek Ciputra International adalah konsepnya yang berbeda dibanding apartemen yang ada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (27/2)

Ciputra International dikembangkan Ciputra Group di lahan seluas 7,4 hektare yang berada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat. Proyek yang mengintegrasikan kawasan residensial dengan komersial ini terdiri atas perkantoran, hunian (apartemen), area komersial dan nantinya juga akan ada hotel.

Baca juga: Pasar perkantoran Jakarta catatkan penyerapan negatif untuk pertama kalinya

Faktor lokasi yang strategis, kata Raditya, tentunya menjadi daya tarik bagi konsumen dan juga perusahaan skala nasional untuk menjalankan bisnisnya di Ciputra International, tak terkecuali perusahaan rintisan (startup). Mereka melihat peluang di Ciputra International dengan melihat dua hal yaitu, konsep dan lokasi.

“Apalagi untuk perusahaan rintisan atau perusahaan baru, mereka lebih memilih beli di Ciputra International dibanding harus sewa di ruko karena selain lebih murah, tapi juga efesien dan memiliki fasilitas dan tentunya lebih berkelas. Lebih dari 50% pembeli kantor kami adalah perusahaan startup,” tuturnya.

Dia mengatakan Ciputra International fokus pada pemasaran menara kedua yaitu San Fransisco yang terdiri atas unit satu kamar tidur (one bedroom) dan dua kamr tidur dengan harga mulai dari Rp1 miliaran, sedangkan unit studio yang merupakan unit terkecil sudah terjual habis.

Baca juga: Pasar Perkantoran Jakarta Diprediksi Baru Bangkit di 2022

Secara lokasi, kebutuhan hunian di kawasan Ciputra International sangat tinggi yang melahirkan potensi pasar sewa. Hal ini terjadi karena konsep Ciputra International sebagai kawasan bisnis dan perkantoran, dan produk apartemen untuk menopang aktivitasnya. Untuk memanjakan pemilik unit dalam menyewakan unitnya, ujar Raditya, Ciputra International telah menggandeng aplikasi pemasaran digital yaitu Travelio untuk memudahkan investor dalam menyewakan unit apartemennya.  “Ini tentunya akan lebih memudahkan dan profesional dalam pengelolaan sewanya, dan unit sewa akan lebih aman dan juga memiliki kepastian investasi.” (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Panorama Properti tawarkan ‘Panorama Bamboo Village’ di Bogor Timur

PANORAMA PROPERTI meluncurkan Panorama Bamboo Village, vila bambu bergaya bali di wilayah Bogor Timur, Jawa Barat. Ini adalah sebuah konsep peristirahatan nyaman, Yang diatasnya...

Crown Group akan segera operasikan The Grand Shopping Center di Sydney

CROWN GROUP akan membuka pusat ritel ke The Grand Shopping Center yang berada di kawasan Eastlakes, pinggiran selatan di timur Sydney, pada Juli 2021. Direktur...

Kuartal I-2021 Program Sejuta Rumah telah menyasar 164.071 unit rumah

JUMLAH rumah yang dibangun dalam Program Sejuta Rumah pada kuartal I-2021 di seluruh Indonesia mencapai 164.071 unit. Capaian tersebut terdiri dari pembangunan rumah masyarakat...

Sukses tahap sebelumnya, Summarecon Bandung pasarkan klaster Flora 3

TINGGINYA antusiasme pembeli mendorong Summarecon Bandung terus membangun cluster baru. Setelah sukses memasarkan cluster Flora 1 dan 2 pada 2020 lalu, akhir pekan lalu...