29.5 C
Jakarta
Rabu, 21 April, 2021
ads
Beranda Office Pasar Perkantoran Jakarta Diprediksi Baru Bangkit di 2022

Pasar Perkantoran Jakarta Diprediksi Baru Bangkit di 2022

JAKARTA, propertytoday.id – Pandemi Covid 19 benar-benar memukul pasar properti komersial. Ditambah lagi dengan situasi perekonomian nasional yang berjalan masih tersendat, pasar properti masih akan menghadapi tekanan cukup berat, terutama pasar perkantoran Jakarta.

Bahkan menurut Colliers International Indonesia, subsektor perkantoran Jakarta baŕu akan menunjukkan tanda-tanda pemulihan dua tahun lagi atau pada 2022. “[Akibat pandemi Covid 19 yang memukul perekonomian nasional] saya kira masih perlu waktu bagi bisnis perkantoran untuk bisa kembali normal,” ujar Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta belum lama ini.

Dia mengatakan demand ruang perkantoran di Jakarta terlihat lebih rendah dibandingkan proyeksi yang ada sebelumnya akibat pandemi Covid 19. Ferry juga optomistis keberadaan vaksin Covid 19 akan membantu pemulihan ekonomi yang akan diikuti dengan kondisi booming properti pada tahun selanjutnya. “Kami memperkirakan pertengahan 2021 kemungkinan akan menjadi waktu yang paa untuk melihat apakah sektor properti bergerak membaik atau tidak. Nah, hasilnya seperti apa baru akan kelihatan di 2022,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan selama kuartal III-2020 tidak ada pasokan perkantoran baru, baik di CBD (central business district/kawasan sentra bisnis) maupun di luar CBD. Colliers International Indonesia mencatat pasok kumulatif di Jakarta saat ini tercatat sebanyak 10,3 juta m2 dengan 6,9 juta m2 atau sekitar 66% terletak di CBD. Selain itu, jumlah ruang kantor di Jakarta yang belum terserap tercatat ada sebanyak 1,9 juta m2, di mana 68% dipasok dari kawasan CBD.

Semakin banyaknya tambahan pasok gedung perkantoran ini akan semakin memberikan tekanan kepada tingkat hunian di wilayah ibu kota pada 2021. Konsultan properti Knight Frank Indonesia sebelumnya juga mengungkapkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan tingkat okupansi perkantoran di Jakarta turun tipis dari okupansi semester II-2019 sebesar 76% menjadi 75,9% pada semester I-2020.

Sedangkan tingkat kekosongan ruang perkantoran Jakarta, demikian Knight Frank, ditaksir mencapai 24,1% dan ada serapan 81.699 m2 jumlah ruang pada periode tersebut. Dari tingkat hunian, seperti yang bisa diprediksi turun menjadi 75,9%. Hal ini juga diikuti harga sewa yang cenderung turun dan berada di bawah tekanan di semua grade (kelas) yang ada.

Soal harga sewa, Colliers memproyeksi adanya penurunan sekitar 4% sampai 5% di akhir 2020. Di kawasan CBD khususnya, harga sewa masih berkisar Rp 266.472 per m2 di kuartal III 2020. Pihak pengelola kantor mungkin masih akan menetapkan harga seperti semula karena kompetisi mendapatkan penyewa dengan pengelola perkantoran lainnya yang memang berlangsung cukup sengit.

Tidak ada proyek mangkrak

Ditanya media soal ada tidaknya proyek perkantoran di Jakarta yang mangkrak akibat pandemi dan pelemahan ekonomi, Ferry Salanto mengatakan Colliers International Indonesia menyatakan hingga kuartal III 2020, tidak ada proyek pengembangan gedung perkantoran yang mangkrak alias tak jadi dibangun. Dari sisi konstruksi, pembangunan melambat karena prosedur yang dijalankan di masa PSBB ketat Jakarta.

“Memang pembangunan beberapa proyek perkantoran sedikit melambat. Tapi tidak ada yang macet atau mangkrak.Saat ini, demi keselamatan atau safety, kegiatan konstruksi dibatasi. Jadi jadwal terulur saja,” ujarnya.

Catatan propertytoday.id mengungkapkan ada satu pengembang gedung perkantoran prestisius di Jakarta yang menunda jadwal topping off perkantorannya akibat pandemi. Namun pembangunannya tetap berjalan dan kemungkinan besar langsung di-launch tahun depan dengan harapan pandemi mereda.

Sementara itu dalam riset Colliers, sampai akhir 2020 masih terdapat dua proyek pembangunan gedung perkantoran yang semuanya terletak di kawasan Rasuna Said, Jakarta. Kedua gedung perlantoran itu maaing-masing adalah redevelopment Graha Binakarsa dengan bangunan seluas 20.000 m2 yang dibangun PT Binakarsa Swadaya dan satu lagi adalah Office One yang dibangun Sentra Graha Sentosa dengan luas 16.357 m2 yang merupakan perkantoran strata title. (pit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Wuihhh…, Adhi Commuter akan sulap pool PPD jadi komplek hunian TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI--anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menggandeng Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengembangkan properti transit oriented development...

Dibanderol Rp5,5 miliar per unit, penjualan Saumata Suites di Alam Sutera moncer

PT SUTERA AGUNG PROPERTI mengungkapkan penjualan apartemen yang dibangunnya, Saumata Suites di Alam Sutera, Tangerang, cukup moncer. Sampai hari ini dari ratusan unit yang...

Summarecon Serpong tawarkan ruko Aristoteles mulai Rp3 miliar di Scientia Garden

DIBANDEROL mulai dari Rp3 miliaran, Summarecon Serpong, anak usaha PT Summarecon Agung Tbk., meluncurkan produk komersial Ruko Aristoteles di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Executive Director...

Panorama Properti tawarkan ‘Panorama Bamboo Village’ di Bogor Timur

PANORAMA PROPERTI meluncurkan Panorama Bamboo Village, vila bambu bergaya bali di wilayah Bogor Timur, Jawa Barat. Ini adalah sebuah konsep peristirahatan nyaman, Yang diatasnya...