27 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021
ads
Beranda Retail Meski Pasar Ritel Babak Belur, 3 Mal Baru Ini Mulai Beroperasi di...

Meski Pasar Ritel Babak Belur, 3 Mal Baru Ini Mulai Beroperasi di Jakarta

JAKARTA, propertytoday.id – Optimisme tampaknya masih menggayuti pengembang properti ritel meski tak ada satupun yang tahu kapan pandemi Covid 19 yang memukul pasar properti ritel nasional sampai babak belur akan usai. Buktinya, dalam situasi perekonomian yang cenderung labil akibat pandemi, bertepatan dengan dilonggarkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, tiga pusat perbelanjaan baru malah mulai beroperasi di Jakarta.

Ketiga mal yang dibuka dan telah beroperasi pada kuartal III-2020 masing-masing adalah Green Sedayu Mall dan Wang Plaza yang berlokasi di Jakarta Barat, sementara satu lainnya Senayan Park di Jakarta Pusat. “Pengoperasian ketiga mal ini rencananya di semester I-2020 tapi tertunda akibat pandemi Covid 19 dan baru bisa direalisasikan pengoperasiannya di semester II-2020,” ujar Lini Djafar, Executive Director Retail Cushman & Wakefield dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (4/11).

Menurut dia, ketiga mal yang baru masuk pasar itu menambah sekitar 47.800 m2 ruang ritel di pasar pusat perbelanjaan. Pada kuartal III tahun ini, demikian Lini, pusat perbelanjaan di Jakarta masih dalam kondisi babak belur akibat pembatasan jumlah pengunjung dan protokol kesehatan lainnya. Baik para penyewa maupun pemilik gedung sedang berupaya menghadapi kondisi pasar ritel yang sangat tertekan.

“Kondisi pasar ritel memang masih babak belur. Pengajuan beberapa bentuk pengurangan biaya sewa atau penangguhan pembayaran sewa dari para penyewa sedang dipertimbangkan oleh para operator mal secara case by case,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan kenaikan kasus Covid-19 pada pertengahan September memaksa Pemprov DKI memperketat kembali PSBB. Kondisi itu berdampak negatif terhadap para peritel. “Saya kira bisnis ereka diperkirakan baru pulih setelah PSBB transisi. Walaupun mal sudah diizinkan tetap buka pada PSBB fase kedua ini, jumlah konsumen dine-in di restoran masih dibatasi. Itu tetap memberi dampak pada jumlah pengunjung keseluruhan di mal secara signifikan.”

Cushman & Wakefield mengungkapkan okupansi mal terus menurun dan pengunjung terus berkurang. Hal itu terutama terjadi akibat masih adanya larangan menyantap makanan di dalam ruang ritel. Dia menjelaskan, untuk menyiasati hal itu, sejumlah pemilik gedung menginisiasi cara kreatif, yakni dengan menyediakan areal makan yang aman, salah satunya adalah dengan memberikan pengalaman makan berkonsep drive in.

“Pengelola menyediakan beberapa lot parkir dalam mal untuk dijadikan area makan drive-in yang memungkinkan konsumen menyantap makanan dengan nyaman dari dalam kendaraan masing-masing,” kata Lini.

Soal okupansi, Lini mengatakan penurunan tingkat hunian secara keseluruhan masih terjadi. Tingkat hunian rata-rata di pasar pusat perbelanjaan menurun 1,7% dari kuartal sebelumnya menjadi 77,8% pada akhir September. Dia menambahkan, situasi tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir 2020 dan menuju 2021, atau setidaknya hingga pandemi Covid 19 menunjukkan penurunan tensi yang cukup berarti. (eka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Drive-thru OneSmile Apps mudahkan pengurusan kebutuhan pelanggan BSD City

SINAR MAS LAND Customer Care menghadirkan layanan baru yakni Sinar Mas Land Drive-Thru Service. Layanan tersebut khusus untuk pelanggan di BSD City. Layanan ini...

Paramount Land luncurkan Canna, cluster di Paramount Petals seharga Rp750 jutaan

PARAMOUNT LAND kembali memperkenalkan cluster perumahan terbarunya. Cluster perumahan yang diberi nama Cluster Canna merupakan hunian kedua berkonsep modern minimalis yang dibangun di Paramount...

Synthesis Huis perkenalkan tipe Passa mengusung keseimbangan unsur alam

PENGEMBANG PROPERTI Synthesis Development meluncurkan hunian tapak Synthesis Huis di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Ini adalah hunian eksklusif ini dikembangkan dengan mengedepankan keseimbangan unsur...

Konsumen tak perlu cemas, pembangunan Apartemen 45 Antasari dilanjutkan

PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK., pekan ini mengumumkan bahwa perseroan adalah pemegang saham pengendali baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari PT Prospek...