30.8 C
Jakarta
Sabtu, 22 Januari, 2022
ads
Beranda Housing Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di "jaman now"

Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di “jaman now”

“Buyers decide in the first eight seconds of seeing a home if they’re interested in buying it. Get out of your car, walk in their shoes and see what they see within the first eight seconds.” • Barbara Corcoran

TADI sore melalui percakapan WA, saya chat dengan kawan lama yang sekarang jago banget memasarkan properti dengan ‘daerah jajahan’ di pinggiran Jakarta. Dulu mobilnya Daihatsu Xenia seken, sekarang pakai Toyota Fortuner keluaran 2020. Dia beli baru bukan seken. Rumahnya juga di cluster lumayan mahal di kawasan Pondok Cabe. Kerenlah pokoknya.

Saya senang dengar ceritanya. Saya tanya: properti apa yang lu jual paling lama? Tau jawabannya? “Properti yang ada hantunya.” Dia lalu bercerita ada satu rumah di kawasan Ciputat yang sudah dia pasarkan 8 tahun nggak laku-laku. “Ya, karena ada setannya.” Lalu saya tanya: “Memang calon pembelinya tahu kalau rumah itu ada setannya?” Tahu! Loh, bagaimana caranya, gua kepingin tahu. “Ya pembelinya ngerasa aja ada sesuatu. Kadang ada juga pembeli yang bawa ‘orang pintar’ saat melihat rumah.”

Buset! Zaman gini hari masih ada aja tuh hantu!

Bagi agem properti, saya kira properti yang dihuni hantu adalah tantangan tersendiri di abad ini. Bayangkan. Abad di mana semua sendi kehidupan sudah digital, hantu masih jadi sesuatu yang menakutkan!

Tapi tak semua rumah berhantu sulit dijual. November tahun lalu di Taipe, sebuah rumah yang dikabarkan berhantu di Taiwan dijual dengan harga 13,5 juta dollar Taiwan (Rp 6,4 miliar). Seorang agen real estate bermarga Hsieh mengonfirmasi penjualan rumah seluas 4.066 m2 tersebut. Rumah tersebut terletak di dekat Taman Pemakaman Gunung Yijian di Minxiong, Chiayi County, barat daya Taiwan.

Bangunan itu sendiri adalah rumah yang cukup bersejarah yang dimiliki oleh Keluarga Minxiong Liu. Rumah itu cukup tua dan dibangun pada tahun 1929. Bangunan itu memiliki tiga lantai bergaya arsitektur barok dengan dinding bata merah, yang terlihat cantik dan elegan dari luar. Selama bertahun-tahun lamanya, rumah itu disebut rumah berhantu oleh penduduk setempat.

Sejak informasi penjualan rumah tersebut dirilis tiga bulan lalu, banyak pihak yang menunjukkan ketertarikannya untuk membeli rumah itu karena popularitasnya. Biro Pariwisata Budaya Chiayi County mengatakan bahwa keturunan keluarga Liu memastikan bahwa mereka pindah karena rumah itu terletak di daerah terpencil. Jadi bukan karena ada hantunya atau ada orang mati di rumah itu secara tidak wajar dan menjadi hantu. (Deddy H Pakpahan/dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Lippo Karawaci siapkan proyek residensial sebagai ‘tools of investment’

propertytoday.id - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) meyakini bahwa tahun ini akan terjadi percepatan pemulihan properti dan itu akan ditopang properti residensial. Properti residensial...

Kolaborasi dengan Omega Hotel Management, Jasa Marga masuk bisnis hotel

propertytoday.id - Jasa Marga (JSMR) berkolaborasi dengan Omega Hotel Management (Alfaland Group) akan membangun penginapan di rest area yang dikelola operator jalan tol tersebut. Direktur...

Dorong program sejuta rumah, SMF jajaki skema pembangunan rumah MBR

propertytoday.id - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menjajaki skema bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia sebagai upaya mendorong tercapainya target dalam...

Siapkan digital mortgage ecosystem, BTN siap jadi mitra BP Tapera

propertytoday.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN siap mendukung Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan...