28.7 C
Jakarta
Rabu, 3 Maret, 2021
ads
Beranda Housing Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di "jaman now"

Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di “jaman now”

“Buyers decide in the first eight seconds of seeing a home if they’re interested in buying it. Get out of your car, walk in their shoes and see what they see within the first eight seconds.” • Barbara Corcoran

TADI sore melalui percakapan WA, saya chat dengan kawan lama yang sekarang jago banget memasarkan properti dengan ‘daerah jajahan’ di pinggiran Jakarta. Dulu mobilnya Daihatsu Xenia seken, sekarang pakai Toyota Fortuner keluaran 2020. Dia beli baru bukan seken. Rumahnya juga di cluster lumayan mahal di kawasan Pondok Cabe. Kerenlah pokoknya.

Saya senang dengar ceritanya. Saya tanya: properti apa yang lu jual paling lama? Tau jawabannya? “Properti yang ada hantunya.” Dia lalu bercerita ada satu rumah di kawasan Ciputat yang sudah dia pasarkan 8 tahun nggak laku-laku. “Ya, karena ada setannya.” Lalu saya tanya: “Memang calon pembelinya tahu kalau rumah itu ada setannya?” Tahu! Loh, bagaimana caranya, gua kepingin tahu. “Ya pembelinya ngerasa aja ada sesuatu. Kadang ada juga pembeli yang bawa ‘orang pintar’ saat melihat rumah.”

Buset! Zaman gini hari masih ada aja tuh hantu!

Bagi agem properti, saya kira properti yang dihuni hantu adalah tantangan tersendiri di abad ini. Bayangkan. Abad di mana semua sendi kehidupan sudah digital, hantu masih jadi sesuatu yang menakutkan!

Tapi tak semua rumah berhantu sulit dijual. November tahun lalu di Taipe, sebuah rumah yang dikabarkan berhantu di Taiwan dijual dengan harga 13,5 juta dollar Taiwan (Rp 6,4 miliar). Seorang agen real estate bermarga Hsieh mengonfirmasi penjualan rumah seluas 4.066 m2 tersebut. Rumah tersebut terletak di dekat Taman Pemakaman Gunung Yijian di Minxiong, Chiayi County, barat daya Taiwan.

Bangunan itu sendiri adalah rumah yang cukup bersejarah yang dimiliki oleh Keluarga Minxiong Liu. Rumah itu cukup tua dan dibangun pada tahun 1929. Bangunan itu memiliki tiga lantai bergaya arsitektur barok dengan dinding bata merah, yang terlihat cantik dan elegan dari luar. Selama bertahun-tahun lamanya, rumah itu disebut rumah berhantu oleh penduduk setempat.

Sejak informasi penjualan rumah tersebut dirilis tiga bulan lalu, banyak pihak yang menunjukkan ketertarikannya untuk membeli rumah itu karena popularitasnya. Biro Pariwisata Budaya Chiayi County mengatakan bahwa keturunan keluarga Liu memastikan bahwa mereka pindah karena rumah itu terletak di daerah terpencil. Jadi bukan karena ada hantunya atau ada orang mati di rumah itu secara tidak wajar dan menjadi hantu. (Deddy H Pakpahan/dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

LRT City Cibubur besutan Adhi Commuter Properti, padukan konsep TOD dengan alam

MENDUKUNG konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD) dengan alam, PT Adhi Commuter Properti (ACP) meluncurkan hunian vertikal LRT City Cibubur. Mengusung konsep alam di...

Citramas Group dan Sinar Mas Land garap digital hub Nongsa D-Town

CITRAMAS GROUP dan dan Sinar Mas Land melalui perusahaan konsorsium PT Citra Sinar Global membangun proyek bertajuk Nongsa D-Town di Pulau Batam. Area tersebut...

Muse @Alesha Pool Villa, hunian tapak di BSD City berkonsep resor

KELOMPOK usaha Sinar Mas Land (SML) kembali memperkenalkan hunian terbarunya Muse @Alesha Pool Villa di Kawasan Vanya Park BSD City, hunian tapak dengan konsep...

60 Investor asing digadang-gadang minat masuk ke Subang Smartpolitan

PENGEMBANG dan pengelola Subang Smartpolitan, PT Suryacipta Swadaya (Suryacipta)—anak usaha PT Surya Semesta Internusa, Tbk—mengklaim sedikitnya 60 investor dari mancanegera berminat masuk ke kawasan...