26.4 C
Jakarta
Jumat, 18 Juni, 2021
ads
Beranda Housing Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di "jaman now"

Menjual rumah berhantu, tantangan agen properti di “jaman now”

“Buyers decide in the first eight seconds of seeing a home if they’re interested in buying it. Get out of your car, walk in their shoes and see what they see within the first eight seconds.” • Barbara Corcoran

TADI sore melalui percakapan WA, saya chat dengan kawan lama yang sekarang jago banget memasarkan properti dengan ‘daerah jajahan’ di pinggiran Jakarta. Dulu mobilnya Daihatsu Xenia seken, sekarang pakai Toyota Fortuner keluaran 2020. Dia beli baru bukan seken. Rumahnya juga di cluster lumayan mahal di kawasan Pondok Cabe. Kerenlah pokoknya.

Saya senang dengar ceritanya. Saya tanya: properti apa yang lu jual paling lama? Tau jawabannya? “Properti yang ada hantunya.” Dia lalu bercerita ada satu rumah di kawasan Ciputat yang sudah dia pasarkan 8 tahun nggak laku-laku. “Ya, karena ada setannya.” Lalu saya tanya: “Memang calon pembelinya tahu kalau rumah itu ada setannya?” Tahu! Loh, bagaimana caranya, gua kepingin tahu. “Ya pembelinya ngerasa aja ada sesuatu. Kadang ada juga pembeli yang bawa ‘orang pintar’ saat melihat rumah.”

Buset! Zaman gini hari masih ada aja tuh hantu!

Bagi agem properti, saya kira properti yang dihuni hantu adalah tantangan tersendiri di abad ini. Bayangkan. Abad di mana semua sendi kehidupan sudah digital, hantu masih jadi sesuatu yang menakutkan!

Tapi tak semua rumah berhantu sulit dijual. November tahun lalu di Taipe, sebuah rumah yang dikabarkan berhantu di Taiwan dijual dengan harga 13,5 juta dollar Taiwan (Rp 6,4 miliar). Seorang agen real estate bermarga Hsieh mengonfirmasi penjualan rumah seluas 4.066 m2 tersebut. Rumah tersebut terletak di dekat Taman Pemakaman Gunung Yijian di Minxiong, Chiayi County, barat daya Taiwan.

Bangunan itu sendiri adalah rumah yang cukup bersejarah yang dimiliki oleh Keluarga Minxiong Liu. Rumah itu cukup tua dan dibangun pada tahun 1929. Bangunan itu memiliki tiga lantai bergaya arsitektur barok dengan dinding bata merah, yang terlihat cantik dan elegan dari luar. Selama bertahun-tahun lamanya, rumah itu disebut rumah berhantu oleh penduduk setempat.

Sejak informasi penjualan rumah tersebut dirilis tiga bulan lalu, banyak pihak yang menunjukkan ketertarikannya untuk membeli rumah itu karena popularitasnya. Biro Pariwisata Budaya Chiayi County mengatakan bahwa keturunan keluarga Liu memastikan bahwa mereka pindah karena rumah itu terletak di daerah terpencil. Jadi bukan karena ada hantunya atau ada orang mati di rumah itu secara tidak wajar dan menjadi hantu. (Deddy H Pakpahan/dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Dilengkapi hotel bintang 4, Cibinong City Mall 2 ditargetkan rampung akhir 2022

PENGEMBANG Cibnong City Mall merencanakan membangun Cibinong City Mall 2 dilengkapi dengan hotel bintang 4. Proyek pengembangan mal ini direncanakan rampung akhir 2022 mendatang. Komisaris...

Masih dibayangi pandemi, BTN bukukan laba bersih Rp625 miliar di kuartal I-2021

SEPANJANG tiga bulan pertama di tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali mencatatkan pertumbuhan positif kendati berada di bawah tekanan pandemi. Per...

BTN Lakukan terobosan berikan KPR bagi satu juta karyawan kontrak

MENDUKUNG program pemerintah di sektor perumahan, khsususnya Program Sejuta Rumah, Bank BTN melakukan terobosan dengan memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi sejuta karyawan berstatus...

Wuihhh…, Adhi Commuter akan sulap pool PPD jadi komplek hunian TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI--anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menggandeng Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengembangkan properti transit oriented development...