31.5 C
Jakarta
Rabu, 21 April, 2021
ads
Beranda Industrial Kontribusi KI JIIPE ke 'kantong' AKR Corporindo baru mencapai 11%

Kontribusi KI JIIPE ke ‘kantong’ AKR Corporindo baru mencapai 11%

MESKIPUN kontribusinya saat ini baru mencapai 11%, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yakin kontribusi lini bisnis kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, akan semakin meningkat dalam beberapa waktu mendatang.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menyebut, JIIPE merupakan bagian dari pengembangan kekuatan inti AKRA dalam pelayanan logistik rantai pasok yang menjawab kebutuhan industri dan ditujukan untuk menghasilkan recurring income bagi perusahaan. Sebagai catatan, kontribusi pendapatan bisnis kawasan industri AKRA baru mencapai 11% hingga kuartal III-2020. Dari JIIPE, AKRA meraup cuan dari penjualan dan sewa lahan serta utilitas.

Dia menjelaskna, pengembangan JIIPE tahap satu sudah hampir selesai. Kini, JIIPE akan memasuki pengembangan tahap kedua untuk menampung kluster-kluster industri baru dan sedang dalam tahap persiapan tanah. JIIPE sendiri terdiri dari kawasan industri seluas 1.761 hektar (Ha), kawasan pelabuhan seluas 406,1 Ha, dan kawasan residensial seluas 765,8 Ha.

“Seiring adanya UU Cipta Kerja yang memacu investasi, sudah mulai banyak permintaan lahan untuk kebutuhan industri di JIIPE,” terang Suresh, Selasa (26/1).

Target industri yang menempati lahan di JIIPE adalah pelaku industri yang membutuhkan akses ke pelabuhan, lahan luas, dan utilitas. Saat ini, sudah banyak perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional yang memiliki proyek di JIIPE. Salah satunya PT Freeport Indonesia yang sedang membangun smelter tembaga di sana.

Sebagai kawasan industri terintegrasi terbesar di Indonesia, JIIPE akan memiliki konektivitas dengan pelabuhan laut dalam, jalan tol, serta stasiun kereta api.

Suresh menyampaikan, kontribusi pendapatan dari JIIPE diproyeksikan meningkat hingga 22% pada tahun 2023 mendatang. Selain didukung oleh meningkatnya permintaan akan lahan industri, peran JIIPE akan semakin penting karena diusulkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Zona Teknologi dan Manufaktur.

Beberapa manfaat akan diperoleh penyewa apabila JIIPE berstatus KEK. Di antaranya kemudahan perizinan, pengurahan atau penangguhan pajak tertentu, pembebasan bea dan cukai, tarif bea masuk 0% bila tidak mengandung kandungan dalam negeri, kemudahan pengurusan imigrasi dan izin kerja, dan pengadaan tanah dengan skema untuk kepentingan umum.

“JIIPE akan menjadi proyek penting di Indonesia. Kami yakin penjualan lahan dan utilitas di JIIPE akan menjadi salah satu segmen besar bagi AKRA,” katanya. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Wuihhh…, Adhi Commuter akan sulap pool PPD jadi komplek hunian TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI--anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menggandeng Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengembangkan properti transit oriented development...

Dibanderol Rp5,5 miliar per unit, penjualan Saumata Suites di Alam Sutera moncer

PT SUTERA AGUNG PROPERTI mengungkapkan penjualan apartemen yang dibangunnya, Saumata Suites di Alam Sutera, Tangerang, cukup moncer. Sampai hari ini dari ratusan unit yang...

Summarecon Serpong tawarkan ruko Aristoteles mulai Rp3 miliar di Scientia Garden

DIBANDEROL mulai dari Rp3 miliaran, Summarecon Serpong, anak usaha PT Summarecon Agung Tbk., meluncurkan produk komersial Ruko Aristoteles di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Executive Director...

Panorama Properti tawarkan ‘Panorama Bamboo Village’ di Bogor Timur

PANORAMA PROPERTI meluncurkan Panorama Bamboo Village, vila bambu bergaya bali di wilayah Bogor Timur, Jawa Barat. Ini adalah sebuah konsep peristirahatan nyaman, Yang diatasnya...