27 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021
ads
Beranda Financing & Mortgage Kinerja moncer di 2020, Bank BTN incar laba Rp2,8 triliun tahun ini

Kinerja moncer di 2020, Bank BTN incar laba Rp2,8 triliun tahun ini

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK menargetkan laba bersih bakal tumbuh signifikan yakni mencapai Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun tahun ini. Nilai tersebut naik setidaknya 55%-74% dari capaian kinerja unaudited perusahaan di 2020 yang senilai Rp1,61 triliun.

Hal ini disampaikan Plt. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (2/2/2021). Dengan target kinerja laba bersih tersebut, BTN menargetkan untuk bisa mencatatkan pertumbuhan kredit di tahun ini bisa mencapai kisaran 7%-9% secara tahunan (year on year/YoY).

Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tahun ini diharapkan bisa bertumbuh di kisaran angka yang sama. “NPL [kredit bermasalah, non performing loan] diharapkan bisa jadi 3,5%-3,7% dan kami berharap laba bersih tumbuh jadi Rp 2,5 triliun-Rp 2,8 triliun di 2021,” kata dia.

Pertumbuhan kinerja tahun ini diharapkan dengan adanya perbaikan di sektor properti seiring dengan membaiknya prospek perekonomian nasional yang didorong oleh membaiknya sektor properti.

Adapun tahun lalu BTN mencatatkan kinerja laba bersih unaudited senilai Rp1,61 triliun. Nilai ini naik signifikan, mencapai 671,6% dibandingkan kinerja laba bersih perusahaan sepanjang 2019 yang hanya mencapai Rp 209 miliar.

Selain dari kinerja laba yang membaik, BTN juga mencatatkan perbaikan rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) berada di posisi 93,19%. Ini merupakan pertama kalinya perusahaan mencatatkan LDR berada di bawah 100% dan membuat perusahaan selalu memiliki masalah likuiditas. Dari segi aset, terjadi kenaikan 16,2% menjadi senilai Rp 362,23 triliun, naik dari posisi 31 Desember 2019 yang senilai Rp 311,77 triliun.

Adapun kredit perusahaan sepanjang tahun lalu tumbuh 1,7%. Pertumbuhan ini didorong oleh kredit konsumer yang tumbuh 3,2% sedangkan kredit komersial minus 9,6%. Dia menjelaskan, kredit konsumer ini paling besar disumbang oleh kredit KPR subsidi yang tumbuh 7,8%. Sedangkan kredit komersial, terutama kredit konstruksi tercatat minus 0,8%.

Kredit bermasalah perusahaan tercatat sebesar 4,24% di akhir tahun lalu dengan tingkat coverage mencapai 117,30%. Margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perusahaan sedikit turun menjadi senilai 3,07% dari posisi 3,32% di tahun sebelumnya. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Drive-thru OneSmile Apps mudahkan pengurusan kebutuhan pelanggan BSD City

SINAR MAS LAND Customer Care menghadirkan layanan baru yakni Sinar Mas Land Drive-Thru Service. Layanan tersebut khusus untuk pelanggan di BSD City. Layanan ini...

Paramount Land luncurkan Canna, cluster di Paramount Petals seharga Rp750 jutaan

PARAMOUNT LAND kembali memperkenalkan cluster perumahan terbarunya. Cluster perumahan yang diberi nama Cluster Canna merupakan hunian kedua berkonsep modern minimalis yang dibangun di Paramount...

Synthesis Huis perkenalkan tipe Passa mengusung keseimbangan unsur alam

PENGEMBANG PROPERTI Synthesis Development meluncurkan hunian tapak Synthesis Huis di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Ini adalah hunian eksklusif ini dikembangkan dengan mengedepankan keseimbangan unsur...

Konsumen tak perlu cemas, pembangunan Apartemen 45 Antasari dilanjutkan

PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK., pekan ini mengumumkan bahwa perseroan adalah pemegang saham pengendali baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari PT Prospek...