34.8 C
Jakarta
Kamis, 2 Desember, 2021
ads
Beranda Retail Kawan Lama Group optimistis Living World Bali beroperasi akhir 2022

Kawan Lama Group optimistis Living World Bali beroperasi akhir 2022

KAWAN LAMA GROUP optimistis proyek mal Living World Bali di Denpasar, Bali, akan beroperasi di akhir 2022 seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Proyek seluas ±3,5 hektar ini memiliki luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120.000 m2 dengan investasi tak kurang dari Rp800 miliar.

Business Development Director Kawan Lama Group Sugiyanto Wibawa mengatakan bahwa pihaknya optimistis terhadap dukungan pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. “Kami optimistis program percepatan vaksinasi yang telah menjangkau lebih dari 50% penduduk Indonesia untuk vaksin dosis pertama akan membantu bisnis mal untuk segera pulih,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Selasa (26/10).

Di tengah kondisi pandemi saat ini, Kawan Lama Group tetap optimistis dalam merampungkan pembangunan. Saat mulai beroperasi di penghujung tahun, situasi dan kondisi sudah berjalan normal dan baik kembali. Prosesi penanaman paku emas dalam rangkaian seremoni Topping Off Living World Bali dilakukan pada 22 Oktober 2021 lalu.

Baca juga: Living World Kota Wisata senilai Rp1,4 Triliun siap dibangun di Cibubur

Sugiyanto menjelaskan, berbagai strategi dilakukan, salah satunya dengan pemilihan lokasi Living World Denpasar yang strategis di sekitar kawasan pemukiman dan di jalur arteri lintasan antara bandara menuju berbagai kawasan wisata favorit.

Berbeda dari mal kebanyakan, Living World Denpasar Bali akan berfokus pada tenant di segmen home living, home improvement, dan lifestyle seperti ACE, INFORMA, Krisbow, Toys Kingdom, hingga Pet Kingdom. Living World Bali menghadirkan keindahan dan keunikan arsitektur bernuansa tradisional Bali. Mal ini juga menerapkan konsep energy efficient architecture (arsitektur dengan penggunaan energi yang efisien) pada pembangunannya.

Mulai dari sistem AC berefisiensi tinggi dalam penggunaan listrik yang menghemat energi hingga 20 persen, penggunaan panel surya di atap mal, serta penggunaan jenis lampu LED yang dapat menghemat energi hingga 50 persen.

Selain itu, pembangunannya juga menerapkan smart building design berupa pengaturan orientasi bangunan dan solusi minimalisasi panas matahari masuk ke dalam gedung dengan permainan landscape.

Dalam operasionalnya nanti, Living World Bali juga akan menerapkan konsep minimized wastewater management system dengan mengelola kembali limbah air kotor untuk penyiraman tanaman dan pengisian kolam.

Sementara itu, Jannywati, Mall Director & Design Development Kawan Lama Group, menambahkan, secara keseluruhan, Living World menerapkan konsep circular economy, salah satunya melalui program energy saving kelistrikan yang diterapkan dalam smart design building ini setara dengan pengurangan gas emisi CO2 hingga 3.280 Ton per tahun.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Kawan Lama Group untuk mengembangkan bisnis dan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable businesses), dan juga target pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 20% pada tahun 2030,” kata Jannywati.

Pada kesempatan yang sama, Theresia Setiadjaja, Mall Director Kawan Lama Group berharap kehadiran Living World Bali dapat memberi kontribusi untuk kebangkitan geliat ekonomi di Bali, termasuk bagi UMKM di Kota Denpasar dan sekitarnya.

“Kami memproyeksikan, kehadiran mal ini akan menyerap hingga 2.000 tenaga kerja lokal. Lokasi mal yang strategis serta kelengkapan fasilitas di mal ini akan memacu pertumbuhan nilai usaha ritel serta penyerapan tenaga kerja,” kata Theresia Setiadjaja. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kebijakan bebas karantina dibuka, Crown Group tawarkan 2 proyek prestisius

propertytoday.id - MENYUSUL DIBUKANYA kebijakan perjalanan bebas karantina, pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, memperkenalkan koleksi proyek terbarunya Griya Tawang Sydney Mastery dan...

Bank BTN siapkan pembiayaan 2022 untuk terciptanya ekosistem perumahan

propertytoday.id - MULAI MENGGELIATNYA perekonomian nasional pasca suksesnya program vaksinasi nasional Covid 19 mendorong para pemain di sektor perumahan menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi...

Walau pandemi, penyewa kawasan komersial Jababeka Residence terus meningkat

propertytoday.id - MESKIPUN DI AWAL 2021 pemerintah memberlakukan PSBB dan PPKM sebagai akibat kasus harian Covid 19 yang makin mengkhawatirkan, minat pelaku bisnis untuk...

Penjualan tahap pertama Synthesis Huis ditargetkan minimal Rp500 miliar

propertytoday.id - PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) menggelar kegiatan groundbreaking proyek landed house terbarunya, Synthesis Huis. Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development mengungkapkan, setelah...