34.8 C
Jakarta
Kamis, 2 Desember, 2021
ads
Beranda Office Iwan Sunito boyong platform penjualan properti SharedListing ke Indonesia

Iwan Sunito boyong platform penjualan properti SharedListing ke Indonesia

propertytoday.id – One Global Capital Future Fund milik pengusaha properti kelahiran Indonesia yang sukses berbisnis properti di Australias, Iwan Sunito, menjalin kolaborasi dengan SharedListing, meluncurkan platform digital SharedListing. Platform ini bisa dijadikan rujukan agen properti atau sebagai ajang kolaborasi antaragen dalam memasarkan properti di Indonesia.

Juru Bicara OGCFF, Tyas Sudaryomo, mengatakan, kolaborasi dan rujukan di antara agen properti adalah gambaran besar dari cara properti dibeli dan dijual di Indonesia. “SharedListing membawa kolaborasi dan rujukan agen ke tingkat berikutnya, dimana agen properti di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, dapat terhubung, membagikan daftar listing mereka, dan mengundang agen lain untuk merujuk pembeli dengan memberikan biaya rujukan,” ujarnya melalui siaran pers Senin (8/11).

Menurut dia, Covid-19 telah menciptakan tantangan tambahan bagi para agen properti, sulit untuk bertemu dengan vendor dan calon pembeli, sulit bagi agen dan calon pembeli untuk melakukan kegiatan Open House. “Untuk membantu mengatasi tantangan tersebut, SharedListing dapat berkontribusi pada proses pemulihan sektor properti di Indonesia pasca pandemi Covid-19,” ujar Tyas.

Baca juga: Sinar Mas Land dan Group 42 akan sulap BSD jadi smart city

Sementara itu, Iwan Sunito yang juga CEO dan pendiri Crown Group dan anggota dari Dewan Diaspora Indonesia Global mengatakan, platform SharedListing akan membawa inovasi nyata ke sektor properti Indonesia dan seiring dengan meluasnya jaringan SharedListing ke pasar properti global utama lainnya.

“Saya pikir juga akan membantu membuka pasar properti Indonesia bagi investor asing, jalur sutra digital untuk properti Indonesia. Ini adalah hal-hal yang membuat saya bersemangat,” katanya.

Mengikuti perkembangan platform SharedListing di Australia selama awal pandemi, langkah penting berikutnya adalah mengidentifikasi pasar yang tepat untuknya.

“Apa yang kami cari adalah pasar yang besar, pasar dengan volume penjualan properti yang signifikan dan tingkat adopsi teknologi baru yang tinggi, dan yang terpenting, terdapat praktik rujukan yang sudah ada. Setelah kami terhubung dengan Iwan Sunito dan dia menyarankan Indonesia, dan semua akhirnya saling terhubung,” kata Co-Founder SharedListing Howard Barkhan.

“Ketika kami memulai uji tuntas pasar kami, menjadi jelas bahwa Indonesia sangat bergantung pada rujukan. Perkiraan kami adalah bahwa setidaknya 60% dari penjualan properti melibatkan tingkat biaya rujukan yang dibayarkan di antara agen. Kami pikir dengan diluncurkannya SharedListing ke pasar, persentase itu akan meningkat,” tambahnya.

Baca juga: Sutera Sawangan bidik pembeli dari generasi milenial dan Gen Z

Howard melanjutkan, “Yang juga kami pelajari dari penelitian kami adalah agen-agen Indonesia berusaha mencari solusi teknologi untuk berkolaborasi. Saat ini yang terjadi adalah kombinasi antara surel, SMS, Obrolan WhatsApp, dan kemungkinan CRM agensi yang semuanya memiliki keterbatasan.”

SharedListing telah dibuat secara khusus untuk tujuan kolaborasi dan rujukan agen, keberadaannya adalah sebagai aplikasi (untuk agen di lapangan) dan melalui portal berbasis web (ditargetkan untuk digunakan oleh administrator yang bekerja dari kantor pusat).

Dari perspektif agen, lanjut Howard, daftar dapat dibuat dan dibagikan di platform dalam beberapa menit dari ponsel mereka termasuk dengan gambar yang diambil di kamera ponsel.

“Ini berarti Anda bisa mendapatkan daftar properti ke ribuan agen, mewakili lebih banyak lagi ribuan pembeli, dalam beberapa menit setelah mendapatkan daftar listing, dan ini semua gratis. Agen bahkan dapat membuat perjanjian rujukan melalui ponsel mereka,” imbuhnya.

Baca juga: Summarecon Mall Bandung topping off, beroperasi 2022

Indonesia menandai dimulainya fase utama pertumbuhan SharedListing. “Sebagai langkah selanjutnya, kami pikir masuk akal untuk mengembangkan jaringan SharedListing ke pasar tetangga Malaysia dan Singapura. Ini juga merupakan pasar besar dengan praktik rujukan yang kuat dan ada banyak investasi silang di antara ketiga pasar tersebut,” kata Howard.

Sebelum diluncurkan ke publik pada November 2021, SharedListing telah melakukan proses keterlibatan dengan banyak agen properti utama Indonesia termasuk RE/MAX Indonesia, Harcourts Indonesia, waralaba utama Ray White seperti Ray White Pakuwon Indah dan Ray White HR Muhammad dan ERA Crown. “Kami sangat senang dengan umpan balik dan dukungan yang kami dapatkan,” kata Tyas.

“Mengingat fleksibilitas yang ditawarkan oleh platform, misalnya, properti dapat dibagikan hanya dengan agen antar sesama agensi, waralaba, atau kantor tertentu – sejumlah grup besar melihat SharedListing berfungsi sebagai alat kolaborasi internal yang penting,” sambung Howard.

Aplikasi SharedListing untuk residensial dan komersial tersedia untuk diunduh secara gratis dari Google Play Store, Apple App Store, dan Galeri Huawei. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kebijakan bebas karantina dibuka, Crown Group tawarkan 2 proyek prestisius

propertytoday.id - MENYUSUL DIBUKANYA kebijakan perjalanan bebas karantina, pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, memperkenalkan koleksi proyek terbarunya Griya Tawang Sydney Mastery dan...

Bank BTN siapkan pembiayaan 2022 untuk terciptanya ekosistem perumahan

propertytoday.id - MULAI MENGGELIATNYA perekonomian nasional pasca suksesnya program vaksinasi nasional Covid 19 mendorong para pemain di sektor perumahan menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi...

Walau pandemi, penyewa kawasan komersial Jababeka Residence terus meningkat

propertytoday.id - MESKIPUN DI AWAL 2021 pemerintah memberlakukan PSBB dan PPKM sebagai akibat kasus harian Covid 19 yang makin mengkhawatirkan, minat pelaku bisnis untuk...

Penjualan tahap pertama Synthesis Huis ditargetkan minimal Rp500 miliar

propertytoday.id - PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) menggelar kegiatan groundbreaking proyek landed house terbarunya, Synthesis Huis. Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development mengungkapkan, setelah...