34.8 C
Jakarta
Kamis, 2 Desember, 2021
ads
Beranda Financing & Mortgage Indonesia tetap harus waspada atas dampak negatif kasus Evergrande

Indonesia tetap harus waspada atas dampak negatif kasus Evergrande

DALAM BEBERAPA BULAN terakhir, turunnya kasus harian Covid-19 yang ditandai dengan melonggarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Oktober 2021 ke level 2, kembali menggiatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07% pada kuartal II 2021. Pertumbuhan signifikan terjadi di bidang transportasi dan pergudangan yang meningkat sebesar 25,1% hingga industri pengolahan sebesar 6,58%.

Tren perbaikan ekonomi makro dan stabilitas keuangan Indonesia erat kaitannya dengan perkembangan sektor properti. Kenaikan kurva ekonomi secara tidak langsung memberikan multiplier effect pergerakan lanjutan di sektor properti. Namun kasus gagal bayar hutang Evergrande, sejumlah US$300 miliar, dikhawatirkan bisa berimbas ke Indonesia.

Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia mengatakan, Indonesia harus waspada dalam menghadapi dampak negatif dari Evergrande yang berhubungan erat dengan jumlah investasi asing ke Indonesia. “Iya. Kita tetap harus waspada terhadap dampak negatif kasus Evergrande yang mungkin saja terjadi dan berimbas ke Indonesia,” katanya.

Dalam keterangan tertulisnya Selasa (26/10), dia mengatakan program pembangunan infrastruktur dari pemerintah dalam dua periode terakhir, merupakan tulang punggung bagi bergeraknya ekonomi. Dimana dengan infrastruktur yang baik dan perencanaan master plan yang matang, sektor properti berbagai lokomotif perekonomian dapat ikut tergerak dan mendorong sektor lainnya untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomiEvergrande nasional.

Willson mengatakan, agar sektor properti dapat terus berkontribusi secara sehat dalam siklus perekonomian, nilai supply dan demand pada sektor ini perlu dipantau agar tetap seimbang. Adapun porsi alokasi kredit perbankan ke sektor properti dan turunnya terlihat masih sehat. Institusi keuangan dan bank sebagai sumber dana utama dinilai masih memiliki cukup banyak ruang untuk membantu berkembangnya sektor properti.

“Angka kredit properti di Indonesia masih dapat tumbuh hingga mencapai angka 20%-22%,” ujarnya.

Ditambah, populasi Indonesia yang besar juga mendukung ketahanan (resiliensi) dan perkembangan sektor properti. Dukungan pihak asing juga dinilai penting sebagai pendukung tumbuhnya pasar properti nasional.

Adanya permintaan yang datang dari eksternal atau negara sing dapat menjadi pendongkrak sektor properti di Indonesia. Hal ini dinilai sebagai salah satu solusi dapat tercapainya keseimbangan antara angka pasokan dan permintaan properti.

Perluasan pasar

Hal yang sama disampaikan oleh para pengembang properti lokal yang menginginkan adanya perluasan pasar yang dapat menjangkau pasar asing.

“Saat ini para pengembang lokal masih menunggu peraturan turunan dari Undang-Undang Omnibus sehubungan dengan regulasi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” jelas Strategic Consultancy Director Knight Frank Indonesia, Sindiani S. Adinata.

Lebih lanjut, Knight Frank Indonesia dalam publikasi Jakarta Property Highlight 1H 2021, sektor industri tumbuh terbaik selama pandemi dengan penambahan pasokan sebesar 2,65 persen lebih tinggi dari semester sebelumnya. “Sektor perkantoran dan ritel diprediksi akan bergerak positif sesuai pengendalian dan perbaikan ekonomi nasional,” tandas Sindiani. (EKA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Kebijakan bebas karantina dibuka, Crown Group tawarkan 2 proyek prestisius

propertytoday.id - MENYUSUL DIBUKANYA kebijakan perjalanan bebas karantina, pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, memperkenalkan koleksi proyek terbarunya Griya Tawang Sydney Mastery dan...

Bank BTN siapkan pembiayaan 2022 untuk terciptanya ekosistem perumahan

propertytoday.id - MULAI MENGGELIATNYA perekonomian nasional pasca suksesnya program vaksinasi nasional Covid 19 mendorong para pemain di sektor perumahan menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi...

Walau pandemi, penyewa kawasan komersial Jababeka Residence terus meningkat

propertytoday.id - MESKIPUN DI AWAL 2021 pemerintah memberlakukan PSBB dan PPKM sebagai akibat kasus harian Covid 19 yang makin mengkhawatirkan, minat pelaku bisnis untuk...

Penjualan tahap pertama Synthesis Huis ditargetkan minimal Rp500 miliar

propertytoday.id - PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) menggelar kegiatan groundbreaking proyek landed house terbarunya, Synthesis Huis. Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development mengungkapkan, setelah...