27 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021
ads
Beranda Architecture & Design Frank Llyod Wright, tak punya pendidikan arsitektur tapi karyanya mendunia

Frank Llyod Wright, tak punya pendidikan arsitektur tapi karyanya mendunia

SEPULUH tahun lalu, tepatnya Mei 2010, The 61st World Congress of International Real Estate Federation (FIABCI) digelar di Nusa Dua, Bali. Temanya keren, “Save the World: Green Shoots for Sustainable Real Estate”. Fokus kongres ini membahas eco-property dan “green tourism”.

Saya diundang, waktu itu sebagai chief editor majalah “Asian Property Investment”, majalah berbahasa Inggris yang saya terbitkan dengan distribusi tak cuma di Indonesia tapi juga di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Hong Kong. Satu yang saya kejar saat itu adalah interview dengan Tom Wright, arsitek Inggris yang nama dan karyanya hotel Burj Al Arab saat itu menjadi sangat happening. Hotel tertinggi dan termahal di dunia.

Seluruh dunia membicarakan Burj Al Arab. Mereka memperbincangkan Tom Wright. Tak salah kalau satu pengembang lokal, Intiland Development meminta Tom Wright merancang Regatta. Bisa aja sih suruh arsitek lokal desain yang kayak gitu. Dunia arsitektur bukan seperti itu. Meski tak sedikit bangunan dibuat meniru arsitektur bangunan lain. Tapi, tetap seperti tak punya “roh”. Arsitek adalah ‘mastermind’ dari bangunan yang mereka rancang. Merekalah yang ‘meniupkan roh’ pada bangunan-bangunan yang mereka rancang.

Di dunia ini ada beberapa arsitek yang punya cukup pengaruh. Salah satunya adalah Frank Lloyd Wright. Dia lahir arsitek terkenal pada awal 1900-an. Wright menghabiskan masa mudanya di perkebunan pamannya di Wisconsin. Pada awal 1889, Wright mendesain rumah untuk keluarganya dan sebuah studio arsitektur pribadi di Oak Park, Illinois.

Mengembangkan serangkaian gaya yang amat bersifat perorangan, memengaruhi rancang bangunan di seluruh dunia, dan hingga saat ini masih merupakan arsitek ternama Amerika Serikat. Karya arsitektur Frank Lloyd Wright disebut sebagai salah satu dari banyak karya terbaik di dunia. Dia sudah merancang lebih dari 1000 struktur arsitektur yang 500 di antaranya sudah dibangun. Yang luar biasa dari arsitek ini dia tidak pernah menempuh pendidikan arsitektur formal.

Dia mempelajari arsitektur pada Louis Sullivan yang merupakan legenda di dunia arsitektur. Sullivan-lah yang sangat memengaruhi keunikan gaya desain arsitektur modern Wright. Karyanya a.l. The Guggenheim Museum (New York), Fallingwater Residence (Mill Run, Pennsylvania), Arizona State University Gammage Auditorium & Taliesin West (Arizona) dan Imperial Hotel (Tokyo) yang sangat menakjubkan. (Deddy H. Pakpahan/dari berbagai sumber)

Foto: highbrow.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Drive-thru OneSmile Apps mudahkan pengurusan kebutuhan pelanggan BSD City

SINAR MAS LAND Customer Care menghadirkan layanan baru yakni Sinar Mas Land Drive-Thru Service. Layanan tersebut khusus untuk pelanggan di BSD City. Layanan ini...

Paramount Land luncurkan Canna, cluster di Paramount Petals seharga Rp750 jutaan

PARAMOUNT LAND kembali memperkenalkan cluster perumahan terbarunya. Cluster perumahan yang diberi nama Cluster Canna merupakan hunian kedua berkonsep modern minimalis yang dibangun di Paramount...

Synthesis Huis perkenalkan tipe Passa mengusung keseimbangan unsur alam

PENGEMBANG PROPERTI Synthesis Development meluncurkan hunian tapak Synthesis Huis di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Ini adalah hunian eksklusif ini dikembangkan dengan mengedepankan keseimbangan unsur...

Konsumen tak perlu cemas, pembangunan Apartemen 45 Antasari dilanjutkan

PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK., pekan ini mengumumkan bahwa perseroan adalah pemegang saham pengendali baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari PT Prospek...