25.7 C
Jakarta
Senin, 26 Juli, 2021
ads
Beranda Architecture & Design Frank Llyod Wright, tak punya pendidikan arsitektur tapi karyanya mendunia

Frank Llyod Wright, tak punya pendidikan arsitektur tapi karyanya mendunia

SEPULUH tahun lalu, tepatnya Mei 2010, The 61st World Congress of International Real Estate Federation (FIABCI) digelar di Nusa Dua, Bali. Temanya keren, “Save the World: Green Shoots for Sustainable Real Estate”. Fokus kongres ini membahas eco-property dan “green tourism”.

Saya diundang, waktu itu sebagai chief editor majalah “Asian Property Investment”, majalah berbahasa Inggris yang saya terbitkan dengan distribusi tak cuma di Indonesia tapi juga di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Hong Kong. Satu yang saya kejar saat itu adalah interview dengan Tom Wright, arsitek Inggris yang nama dan karyanya hotel Burj Al Arab saat itu menjadi sangat happening. Hotel tertinggi dan termahal di dunia.

Seluruh dunia membicarakan Burj Al Arab. Mereka memperbincangkan Tom Wright. Tak salah kalau satu pengembang lokal, Intiland Development meminta Tom Wright merancang Regatta. Bisa aja sih suruh arsitek lokal desain yang kayak gitu. Dunia arsitektur bukan seperti itu. Meski tak sedikit bangunan dibuat meniru arsitektur bangunan lain. Tapi, tetap seperti tak punya “roh”. Arsitek adalah ‘mastermind’ dari bangunan yang mereka rancang. Merekalah yang ‘meniupkan roh’ pada bangunan-bangunan yang mereka rancang.

Di dunia ini ada beberapa arsitek yang punya cukup pengaruh. Salah satunya adalah Frank Lloyd Wright. Dia lahir arsitek terkenal pada awal 1900-an. Wright menghabiskan masa mudanya di perkebunan pamannya di Wisconsin. Pada awal 1889, Wright mendesain rumah untuk keluarganya dan sebuah studio arsitektur pribadi di Oak Park, Illinois.

Mengembangkan serangkaian gaya yang amat bersifat perorangan, memengaruhi rancang bangunan di seluruh dunia, dan hingga saat ini masih merupakan arsitek ternama Amerika Serikat. Karya arsitektur Frank Lloyd Wright disebut sebagai salah satu dari banyak karya terbaik di dunia. Dia sudah merancang lebih dari 1000 struktur arsitektur yang 500 di antaranya sudah dibangun. Yang luar biasa dari arsitek ini dia tidak pernah menempuh pendidikan arsitektur formal.

Dia mempelajari arsitektur pada Louis Sullivan yang merupakan legenda di dunia arsitektur. Sullivan-lah yang sangat memengaruhi keunikan gaya desain arsitektur modern Wright. Karyanya a.l. The Guggenheim Museum (New York), Fallingwater Residence (Mill Run, Pennsylvania), Arizona State University Gammage Auditorium & Taliesin West (Arizona) dan Imperial Hotel (Tokyo) yang sangat menakjubkan. (Deddy H. Pakpahan/dari berbagai sumber)

Foto: highbrow.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Dilengkapi hotel bintang 4, Cibinong City Mall 2 ditargetkan rampung akhir 2022

PENGEMBANG Cibnong City Mall merencanakan membangun Cibinong City Mall 2 dilengkapi dengan hotel bintang 4. Proyek pengembangan mal ini direncanakan rampung akhir 2022 mendatang. Komisaris...

Masih dibayangi pandemi, BTN bukukan laba bersih Rp625 miliar di kuartal I-2021

SEPANJANG tiga bulan pertama di tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali mencatatkan pertumbuhan positif kendati berada di bawah tekanan pandemi. Per...

BTN Lakukan terobosan berikan KPR bagi satu juta karyawan kontrak

MENDUKUNG program pemerintah di sektor perumahan, khsususnya Program Sejuta Rumah, Bank BTN melakukan terobosan dengan memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi sejuta karyawan berstatus...

Wuihhh…, Adhi Commuter akan sulap pool PPD jadi komplek hunian TOD

PT ADHI COMMUTER PROPERTI--anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk. berencana menggandeng Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengembangkan properti transit oriented development...