28.1 C
Jakarta
Kamis, 2 Desember, 2021
ads
Beranda Condominium Crown Group raih transaksi Rp5 miliar dari proyek ARTIS di Melbourne

Crown Group raih transaksi Rp5 miliar dari proyek ARTIS di Melbourne

MENJELANG tutup tahun 2020, Crown Group, perusahaan pengembang properti berbasis di Sydney Australia berhasil membukukan nilai transaksi penjualan di Indonesia sebesar Rp65 miliar untuk ARTIS, proyek pertamanya di Melbourne.

“Antusiasme para calon investor sungguh di luar dugaan kami sebelumnya. Hal ini jelas menggambarkan kombinasi akan kebutuhan investasi di masa pandemi dan kepercayaan konsumen atas produk kami,” ungkap Direktur Pemasaran & Penjualan Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/1).

Menurut Tyas, transaksi penjualan dilakuan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Unit yang kami tawarkan untuk konsumen di Indonesia pun sangatlah terbatas. Mereka masih rela menunggu giliran untuk bisa berkomunikasi langsung dengan perwakilan penjualan Crown Group Indonesia,” paparnya.

Yang menarik adalah sebagian transaksi penjualan yang terjadi, tercipta secara online atau melalui konferensi Zoom. “Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di kantor pusat kami di Sydney,” jelasnya.

Crown Group meluncurkan pengembangan proyek ARTIS di Indonesia pada November lalu. Indonesia akan menjadi pasar pertama yang ditawarkan disusul kemudian Tiongkok dan Asia Tenggara, serta oleh Australia pada Tahun Baru 2021.

Didesain oleh Koichi Takada Architects terinspirasi oleh seni menggambar yang akhirnya memunculkan konsep desain Art in Motion yang memiliki dua menara putih melengkung mencolok dikelilingi oleh “pita” putih yang berliku-liku.

Komisaris dan CEO Crown Group Iwan Sunito menyebut apartemen ini sebagai bagian dari rencana Crown Group untuk menciptakan pipeline pengembangan senilai Rp30 triiun di Melbourne. Menurut Iwan, ARTIS berada di lokasi utama yang sangat dicari di luar wilayah CBD Melbourne.

“Hanya ada sedikit pengembang yang meluncurkan proyek huniannya di Melbourne pada 2021 dan karena itu stok yang tersedia sangat terbatas untuk memenuhi permintaan,” ungkap Diaspora asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah tersebut.

Sementara itu, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengungkapkan terjadi peningkatan laba dan penjualan off-the-plan pada tahun buku 2020, meskipun adanya gangguan yang ditimbulkan oleh pandemi.

Laporan keuangan satu tahun terakhir (2019 – 2020) termasuk empat bulan pertama pandemi dan lockdown nasional, menunjukkan terjadi kenaikan jumlah akad jual beli dan serah terima unit hingga 25% yang apabila digabungkan bernilai Rp4,6 triliun.

Pendapatan perusahaan (tahun keuangan 2019 – 2020) didapatkan dari penyelesaian proyek Waterfall by Crown Group senilai Rp3,95 triliun di Kawasan Waterloo, Sydney dengan proses serah terima yang terjadi pada saat puncak pandemi COVID-19 dapat dicatat sebagai “hasil yang sukses”.

“Ke depan, kami akan melanjutkan dengan proyek hunian vertikal pertama kami di Brisbane,” jelas Iwan Sunito.

Keputusan Crown Group untuk melanjutkan proyek-proyek barunya, imbuhnya, juga didasarkan pada keyakinan bahwa perlambatan dalam aktivitas konstruksi hunian akibat melemahnya pasar saat ini akan menciptakan kekurangan pasokan di masa depan.

Untuk proyek hunian di Brisbane, Crown Group telah menunjuk arsitek asal Jepang, Kengo Kuma dan perusahaan lokal Plus Architecture untuk mendesain pembangunan hunian senilai Rp5 triliun yang berlokasi di 117 Victoria Street di West End.

Kengo Kuma adalah arsitek Jepang yang sangat terkenal, yang dikenal karena menciptakan beberapa bangunan public dan hunian paling luar biasa di dunia. Dengan kantor di Tokyo dan Paris, dia terkenal dengan penggunaan elemen cedar dan sering menggabungkan kayu dan lingkungan alam dengan struktur perkotaan kontemporer.

Beberapa karya Kuma yang paling terkenal termasuk Museum Seni Suntory di Tokyo, Rumah Tembok Bambu di Cina, kantor pusat Grup LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) di Jepang, dan Stadion Olimpiade Tokyo untuk perhelatan tahun 2020. Revisi desain diharapkan akan diajukan ke Dewan Kota Brisbane pada pertengahan 2021 dengan rencana penjualan off-the-plan dimulai tahun depan.

“Prediksi saya, dalam dua hingga tiga tahun ke depan kita akan melihat permintaan besar-besaran yang tidak dapat terpenuhi karena kekurangan pasokan di area-area yang membutuhkan seperti CBD, dan ini berpotensi meningkatkan harga apartemen baru,” pungkas Iwan Sunito. (PIT)

Foto: ARTIS Melbourne/Crown Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Antasari Place, hunian mixed-use berkonsep human centered design

propertytoday.id - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menawarkan proyek terbarunya Antasari Place, sebuah hunian berkonsep mixed-use di new CBD Jakarta Selatan. Dalam merancang...

Milenial saatnya beli rumah untuk ditinggali dan investasi

propertytoday.id - KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019 mencatat setidaknya 81 juta milenial yang belum memiliki hunian sendiri dengan berbagai alasan....

Kebijakan bebas karantina dibuka, Crown Group tawarkan 2 proyek prestisius

propertytoday.id - MENYUSUL DIBUKANYA kebijakan perjalanan bebas karantina, pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, memperkenalkan koleksi proyek terbarunya Griya Tawang Sydney Mastery dan...

Bank BTN siapkan pembiayaan 2022 untuk terciptanya ekosistem perumahan

propertytoday.id - MULAI MENGGELIATNYA perekonomian nasional pasca suksesnya program vaksinasi nasional Covid 19 mendorong para pemain di sektor perumahan menyiapkan berbagai strategi untuk memenuhi...