24.6 C
Jakarta
Sabtu, 23 Januari, 2021
ads
Beranda Housing BTN lirik Jepang kembangkan pembiayaan urban housing untuk milenial

BTN lirik Jepang kembangkan pembiayaan urban housing untuk milenial

SEBAGAI tindak lanjut hasil pertemuan yang telah dilakukan Bank BTN pada Januari 2020 lalu dan hasil lawatan kerja Menteri BUMN Eric Thohir ke Jepang 4-6 November 2020, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk segera akan melakukan penjajakan kerja sama dengan beberapa perusahaan properti Jepang untuk mengembangkan perumahan di Indonesia, terutama urban housing yang menjadi kebutuhan primer generasi milenial.

Dalam kunjungan kerja Menteri BUMN Eric Thohir ke Jepang belum lama ini, pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat melakukan beberapa kerja sama. Salah satu poin yang akan dikembangkan dalam kerja sama antara Indonesia dengan Jepang adalah melakukan sinergi dalam pembangunan dan pembiayaan perumahan di Indonesia, khususnya dalam memenuhi permintaan generasi milenial akan perumahan di perkotaan (urban housing).

Dirut Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan pihaknya siap bekerja sama dan mengharapkan realisasinya bisa dilakukan pada 2021. “BTN menyambut positif atas rencana tersebut dan kita akan memberikan support agar kerja sama ini dapat segera direalisasi,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima PropertyToday.id tadi malam.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury merupakan salah satu bos BUMN yang ikut mendampingi kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Tohir di Tokyo, Jepang, awal November ini.

Lebih lanjut Pahala mengatakan, ada beberapa perusahaan properti Jepang yang dilirik BTN untuk kerja sama, satu di antaranya adalah Panasonic Home. Selain itu ada juga pengembang properti lain asal Jepang yang bekerjasama dengan Perumnas, yaitu IIDA Group Holding Indonesia (IGHD-Ind).

Latar belakang kerjasama dengan pengembang asal Jepang tersebut adalah tingginya kebutuhan hunian di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya permintaan rumah dengan jumlah backlog kepemilikan rumah sebesar 11,4 juta unit (data Kementerian PUPR) sementara rasio KPR terhadap PDB hanya sebesar 3% terendah di Asia Tenggara. “Mau tidak mau harus ada perluasan akses pembiayaan perumahan. Selain itu, dari sisi permintaan, rumah segmen menengah ke atas terus menggeliat didorong jumlah masyarakat kelas menengah yang terus meningkat sebagai bonus demografi,” kata Pahala.

Selain dengan perusahaan properti Jepang, Bank BTN juga akan menjajaki kerja sama pendanaan jangka panjang untuk pembiayaan properti dengan Japan Bank for International Cooperational atau JBIC. Kerja sama dengan JBIC diharapkan bisa mendorong ekspansi pembiayaan properti Bank BTN, sehingga sinergi ini sekaligus dapat membantu pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan.

Pahala menjelaskan, Bank BTN dan JBIC masih merundingkan sejumlah poin penting dan akan segera dimatangkan. Beberapa poin itu a.l. soal jumlah pinjaman yang akan diberikan JBIC kepada Bank BTN, suku bunga pinjaman dan penyaluran pembiayaan. Pinjaman jangka panjang sebagai dana pendamping BTN dalam pembiayaan perumahan adalah dengan skema unrevolving atau tidak bergulir. Semua pinjaman dalam bentuk dolar AS nantinya akan dilakukan swap ke dalam bentuk mata uang Rupiah agar lebih efisien bagi Bank BTN.

“Kami masih membahas apakah pinjaman JBIC untuk pinjaman kontruksi bagi proyek properti sejumlah pengembang Jepang yang akan bekerjcasama dengan BUMN Properti di Indonesia, atau akan disalurkan dalam bentuk KPR atau KPA yang akan dikucurkan Bank BTN untuk konsumen yang membeli proyek properti hasil kolaborasi BUMN properti Indoneia dengan developer Jepang,” kata Pahala.

Untuk pinjaman kontruksi properti, dana pinjaman tersebut diharapkan dapat mengalir ke proyek perumahan yang menyasar segmen menengah ke atas atau proyek properti transit oriented development atau TOD yang dibangun oleh BUMN properti seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP Properti dan Perumnas bersama dengan PT Kereta Api Indonesia. Sementara pengembang asal Jepang yang saat ini sedang membahas kerja sama dengan BUMN properti adalah Daiwa House Industry Co Ltd. “Besaran pinjaman dan penyaluran dana dari JBIC akan ditentukan setelah ada kesepakatan antara BUMN properti dengan Daiwa House. Kami mengharapkan ini dapat terealisasi pada 2021,” tandas Pahala. (dhp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Paramount Land gelar promo properti di “Lunar New Year Selebration 2021”

MENGAWALI tahun 2021 dan menyambut Tahun Baru Imlek, Paramount Land kembali menghadirkan program "Lunar New Year Salebration 2021", sebuah program pilihan dengan penawaran sangat menarik...

Teknologi nanoe™ X AC Panasonic diklaim mampu hambat penyebaran virus corona

BERDASARKAN hasil verifikasi, produsen alat rumah tangga elektronik, Panasonic menegaskan bahwa Teknologi nanoe™ X yang dipakai pada produk pendingin ruangan (AC) mampu menghambat penyebaran...

Pasar perkantoran Jakarta catatkan penyerapan negatif untuk pertama kalinya

KONSULTAN PROPERTI Cushman & Wakefield Indonesia mengungkapkan untuk pertama kalinya setelah 21 tahun, pasar perkantoran CBD & Non-CBD Jakarta mengalami tingkat penyerapan negatif tahunan masing-masing...

Maestro arsitektur Bali Ida Bagus Tugur tutup usia

BALI kehilangan figur panutan seorang arsitektur terkenal, almarhum Ida Bagus Tugur . Almarhum sudah mengharumkan Bali di seantero Nusantara berpulang, Selasa ( 22/12) ....