24 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021
ads
Beranda Housing Bank BTN dominasi penyaluran KPR subsidi hingga Maret 2021

Bank BTN dominasi penyaluran KPR subsidi hingga Maret 2021

PEMERINTAH terus menggenjot penyaluran KPR subsidi. Ada tiga KPR bersubsidi yang disediakan pemerintah, yaitu skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), KPR subsidi selisih bunga, dan KPR subsidi BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

Namun dari ketiga KPR subsidi tersebut yang paling diminati masyarakat adalah KPR FLPP yang disalurkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini ada 38 bank yang siap menyalurkan KPR FLPP itu. Dana yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp16,62 triliun untuk membiayai rumah sebanyak 157,500 unit.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, dari 38 bank pelaksana yang telah bekerja sama dengan institusinya, sebanyak 24 bank telah menyalurkan KPR FLPP. Per hari ini, Senin (15/3), FLPP yang telah disalurkan mencapai 7.266 unit senilai Rp794,25 miliar. Trennya terus meningkat.

“Pencapaian ini sekitar 4,61% dari total unit yang ditargetkan akan kami salurkan pada tahun 2021 ini. Dengan capaian hingga pekan kedua bulan Maret ini, total PPDPP telah menyalurkan sebanyak 772.121 unit rumah senilai Rp56,39 triliun sejak tahun 2010 lalu,” ujarnya dalam siarann pers yang diterbitkan, Senin (15/3).

Bank penyalur tertinggi dicapai oleh Bank BTN sebanyak 3.785 unit. Kemudian disusul oleh Bank BRI sebanyak 983 unit, Bank BNI 849 unit, Bank BJB 725 unit, Bank Jambi 189 unit, Bank Sulselbar 144 unit, Bank Artha Graha 132 unit, Bank Jatim Syariah 124 unit, Bank Sumselbabel 58 unit, dan Bank Kalsel 54 unit.

Lembaga penyaluran lainnya juga terus menunjukkan peningkatan dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya khususnya untuk masa awal tahun. Bank Nagari misalnya, telah menyalurkan sebanyak 38 unit, Bank Jambi Syariah 32 unit, Bank Riau Kepri Syariah 30 unit, Bank Riau Kepri 23 unit, Bank BRI Agro 20 unit, Bank Kalbar 13 unit, Bank DIY 9 unit, Bank Sumsel Babel Syariah 8 unit, Bank Kalbar Syariah 6 unit, Bank Nagari Syariah 5 unit, Bank Jateng Syarih 4 unit, Bank Kalsel 3 unit, Bank Jateng 3 unit, dan Bank NTT 2 unit.

“Saat ini ada dua calon bank pelaksana lainnya yang akan segera bergabung dengan PPDPP yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank DKI yang saat ini masih dalam tahap proses. BSI merupakan bank syariah hasil merger Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah sehingga jaringannya akan sangat luas dan diharapkan bisa menyalurkan KPR FLPP dengan lebih luas,” ujar Arief. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Tawarkan rumah di bawah Rp2 miliar, Synthesis Huis usung konsep ‘biophilic homes’

SYNTHESIS DEVELOPMENT menghadirkan Synthesis Huis, produk hunian tapak (landed house) yang mengusung konsep "biophilic homes" dengan balutan gaya Skandinavia. Selain mengunggulkan konsep biophilic homes,...

Dilengkapi hotel bintang 4, Cibinong City Mall 2 ditargetkan rampung akhir 2022

PENGEMBANG Cibnong City Mall merencanakan membangun Cibinong City Mall 2 dilengkapi dengan hotel bintang 4. Proyek pengembangan mal ini direncanakan rampung akhir 2022 mendatang. Komisaris...

Masih dibayangi pandemi, BTN bukukan laba bersih Rp625 miliar di kuartal I-2021

SEPANJANG tiga bulan pertama di tahun 2021, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali mencatatkan pertumbuhan positif kendati berada di bawah tekanan pandemi. Per...

BTN Lakukan terobosan berikan KPR bagi satu juta karyawan kontrak

MENDUKUNG program pemerintah di sektor perumahan, khsususnya Program Sejuta Rumah, Bank BTN melakukan terobosan dengan memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi sejuta karyawan berstatus...