28.3 C
Jakarta
Sabtu, 22 Januari, 2022
ads
Beranda Industrial 127 Kawasan industri siap sambut relokasi pabrik investor global

127 Kawasan industri siap sambut relokasi pabrik investor global

DIREKTUR Perwilayahan Industri Kementrian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito mengatakan sebanyak 127 kawasan industri seluas total 55 ribu hektare (ha) siap menyambut kegiatan relokasi dari para investor global seperti China.

Lahan untuk kebutuhan investasi baru itu terbagi menjadi tiga kelompok, yakni kawasan existing di Pantai Utara Jawa, kawasan dalam daftar proyek strategis nasional, serta kawasan green project alias yang masih minim infrastruktur.

“Investor bisa masuk ke mana saja sesuai dengan karakter wilayah yang mereka inginkan,” Kata Warsito di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut Warsito, selain kawasan industri terpadu Batang di Jawa Tengah yang dijadikan andalan pemerintah untuk menyambut investasi baru, sejumlah kawasan industri di sepanjang Pantura juga turut disodorkan karena telah mumpuni dari sisi infrastruktur penunjang produksi ataupun jalur rantai pasok.

Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun lalu, terdapat sedikitnya 70 kawasan industri existing yang memanjang di wilayah Pantura Jawa seluas lebih dari 36 ribu Ha. Kemudian, sebanyak 39 kawasan seluas 18 Ha berada di Jawa Barat. Sisanya tersebar di Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, serta DKI Jakarta.

Warsito menambahkan, kawasan industri yang masuk daftar proyek strategis nasional pun menjanjikan, meski beberapa di antaranya masih dalam masa konstruksi. “Kemenperin juga mendorong investor masuk ke kawasan green project yang dikembangkan di wilayah-wilayah terluar Indonesia,” tambahnya.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto menambahkan pihaknya senantiasa aktif melakukan sinergi dengan stakeholders.

Di antaranya dengan pengelola kawasan industri, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam upaya penyelesaian hambatan pembangunan kawasan industri. “Pemerintah bertekad untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Dalam beberapa kesempatan, kami menyampaikan manfaat tentang Undang-Undang Cipta Kerja, IOMKI, dan OVNI,” paparnya. (PIT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

BERITA POPULER PEKAN INI

Lippo Karawaci siapkan proyek residensial sebagai ‘tools of investment’

propertytoday.id - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) meyakini bahwa tahun ini akan terjadi percepatan pemulihan properti dan itu akan ditopang properti residensial. Properti residensial...

Kolaborasi dengan Omega Hotel Management, Jasa Marga masuk bisnis hotel

propertytoday.id - Jasa Marga (JSMR) berkolaborasi dengan Omega Hotel Management (Alfaland Group) akan membangun penginapan di rest area yang dikelola operator jalan tol tersebut. Direktur...

Dorong program sejuta rumah, SMF jajaki skema pembangunan rumah MBR

propertytoday.id - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menjajaki skema bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia sebagai upaya mendorong tercapainya target dalam...

Siapkan digital mortgage ecosystem, BTN siap jadi mitra BP Tapera

propertytoday.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN siap mendukung Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan...